Beli barang import merugikan negara, betulkah ?


Benarkah membeli barang import dari negera luar Indonesia, merugikan Indonesia ?
Terus apakah negara asal barang import yang dibeli mendapatkan keuntungan ?

Ada banyak sekali dampak-dampak yang ditimbulkan apabila kita membeli barang import dari luar negeri, mungkin jika membeli barang import sedikit tidak akan berdampak atau sangat sedikit dampaknya, namun dampak tersebut akan membesar jika negara ini membeli barang import dalam jumlah yang sangat banyak.

Sebelum membahasa lebih jauh, saya akan menjelaskan bahwa import merupakan pembelian barang atau jasa dari negara ke negara lain. Intinya disini suatu negara akan membeli barang dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan negara tersebut yang akan mempengaruhi neraca perdagangan sehingga nilai tukar mata uang juga akan terpengaruh.

Sebetulnya neraca perdagangan telah dikenalkan oleh pemerintah melalui mata pelajaran ekonomi sewaktu SMA, namun kali ini saya akan menjelaskan kembali. Neraca perdagangan atau yang biasa disebut trade balance adalah selisih nilai ekspor(penjualan barang ke luar negeri) dan import dari suatu negara, selisih ini nantinya akan dipublikasikan oleh setiap negara secara berkala yang biasanya dalam tempo bulanan.

Terus bagaimana dengan neraca perdagangan Indonesia ?
Pembaca bisa melihat graph dibawah ini:
bar bewarna kuning menandakan bahwa neraca perdagangan Indonesia dalam situasi surplus(ekspor lebih besar dari import)
bar bewarna hijau menandakan bahwa neraca perdagangan Indonesia dalam situasi defisit(import lebih besar dari ekspor)

Jika dilihat dari graph di atas, Indonesia banyak mengalami situasi defisit daripada surplus, tidak tanggung-tanggung Indonesia pernah mengalami neraca perdagangan dalam situasi defisit dengan -10.1 miliar USD. Untuk itu dukungan dari rakyat Indonesia juga diperlukan agar neraca perdagangan Indonesia mengalami kondisi surplus secara berkala.

Intinya disini, beli barang import diperbolehkan karena kebutuhan teknologi dan jasa lainnya tidak bisa dihindarkan, namun akan lebih baik apabila jika kita bisa memproduksi barang itu sendiri maka belilah barang produksi dalam negeri.

semakin banyak import daripada ekspor pada suatu negara akan mempengaruhi penurunan nilai mata uang, sebaliknya semakin sedikit import daripada ekspor pada suatu negara akan mempengaruhi kenaikan nilai mata uang.

KESIMPULAN:
terlalu banyak import akan merugikan suatu negara jika tidak diimbangi dengan ekspor dan perhitungan ekonomi yang matang.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.